by kholil misbach,Lc
Janganlah kita mengira bahwa bahagia rumah tangga itu baru terbentuk paska perkawinan..ternyata tidak? kebahagian sebuah rumah tangga tak bisa dilepaskan dari background sosial, psikis dan kehidupan beragama pra nikah.
a. background sosial.
latar belakang sosial sangat banyak mempengaruhi kehidupan rumah tangga. sebuah pasangan yang berasal dari keluarga bahagia, tenang, saling menghormati dan menghargai akan jauh bahagia daripada pasangan yang hidup dalam keluarga broken home, terlantar, dan banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
untuk itulah kalau kita ingin anak kita bahagia mulailah memberi contoh tuntunan dan tontonan yang baik dari kita orang tuanya. kalau anak-anak kita selalu melihat kekerasan orang tuanya, percekcokan orang tuanya maka merekapun akan mencontoh hal-hal yang buruk dari kita tersebut.
b. psikis
suasana psikis pasangan yang menikah sangat dipengaruhi kondisi psikis pra nikah. orang yang sangat tertekan hidupnya depresi bahkan trauma disakiti orang yang dicintainya maka akan menjadi aral dan hambatan bagi pasangan yang menikah.
untuk itulah kondisi pra nikah sejak masa kecil perlu dijaga, peran orang tua juga perlu keamanan, kenyamanan dan kebahagiaan seluruh anggota keluarganya.
c. kehidupan beragama seseorang.
pasangan yang didasari pada pengetahuan dan keyakinan agama yang kuat jauh lebih bahagia daripada pasangan yang tidak taat beragama.
agama mengajarkan sabar dan syukur dalam segala hal, dalam rumah tanggapun harus sabar atas terpaan masalah yang mau tidak mau pasti akan menghampirinya, selain itu mereka juga harus bersyukur atas pemberian ALLAH kepada mereka berapapun jumlahnya.
untuk itulah sejak kecil anak-anak kita harus kita didik dengan dasar agama yang kuat. benteng agama itulah yang mengantarkan kebahagiaan mereka sebelum nikah, sesudah nikah bahkan setelah mereka ke surganya ALLAH swt. wallahu a'lam
Janganlah kita mengira bahwa bahagia rumah tangga itu baru terbentuk paska perkawinan..ternyata tidak? kebahagian sebuah rumah tangga tak bisa dilepaskan dari background sosial, psikis dan kehidupan beragama pra nikah.
a. background sosial.
latar belakang sosial sangat banyak mempengaruhi kehidupan rumah tangga. sebuah pasangan yang berasal dari keluarga bahagia, tenang, saling menghormati dan menghargai akan jauh bahagia daripada pasangan yang hidup dalam keluarga broken home, terlantar, dan banyak terjadi kekerasan dalam rumah tangga.
untuk itulah kalau kita ingin anak kita bahagia mulailah memberi contoh tuntunan dan tontonan yang baik dari kita orang tuanya. kalau anak-anak kita selalu melihat kekerasan orang tuanya, percekcokan orang tuanya maka merekapun akan mencontoh hal-hal yang buruk dari kita tersebut.
b. psikis
suasana psikis pasangan yang menikah sangat dipengaruhi kondisi psikis pra nikah. orang yang sangat tertekan hidupnya depresi bahkan trauma disakiti orang yang dicintainya maka akan menjadi aral dan hambatan bagi pasangan yang menikah.
untuk itulah kondisi pra nikah sejak masa kecil perlu dijaga, peran orang tua juga perlu keamanan, kenyamanan dan kebahagiaan seluruh anggota keluarganya.
c. kehidupan beragama seseorang.
pasangan yang didasari pada pengetahuan dan keyakinan agama yang kuat jauh lebih bahagia daripada pasangan yang tidak taat beragama.
agama mengajarkan sabar dan syukur dalam segala hal, dalam rumah tanggapun harus sabar atas terpaan masalah yang mau tidak mau pasti akan menghampirinya, selain itu mereka juga harus bersyukur atas pemberian ALLAH kepada mereka berapapun jumlahnya.
untuk itulah sejak kecil anak-anak kita harus kita didik dengan dasar agama yang kuat. benteng agama itulah yang mengantarkan kebahagiaan mereka sebelum nikah, sesudah nikah bahkan setelah mereka ke surganya ALLAH swt. wallahu a'lam
Komentar
Posting Komentar