orang yang tidak mengalami masa penjajahan (masa kolonial) tentu kurang menghayati nikmatnya sebuah kemerdekaan, akan tetapi bagi para veteran atau orang-orang tua yang pernah mengalami pahitnya penjajahan tentu akan sangat merasakan nikmatnya kemerdekaan. masalahnya penjajah itu tidak hanya pergi begitu saja meninggalkan bangsa kita ini, Mereka juga meninggalkan budaya-budaya yang sebagian bertentangan dengan kearifan budaya lokal dan norma-norma agama.
SEL BANGSA ITU BERNAMA KELUARGA
kehidupan berbangsa dan berkeluarga selalu ada interaksi. bangsa itu sel-selnya adalah sebuah keluarga, karenanya kondisi suatu bangsa itu ditentukan sehat tidaknya sel-sel bangsa yang menyusunnya tersebut.
bila suatu keluarga dalam kondisi tidak sehat bahkan kacau, runyam, retak atau broken serta tidak rukun ten tentu akan berdampak langsung atau tidak langsung pada persatuan dan kesatuan sebuah bangsa.
sekarang ini, kita menghadapi masa depan yang penuh tantangan (at tahaddiyaat), yaitu menerpanya aliran budaya asing, apala lagi sekarang diera digital dan merebaknya media sosial seperti facebook, skype, whatsapp, line dsb yang membuat komunikasi lintas negara, lintas daerah dan lintas generasi tidak ada batasnya.
untuk itulah ketahanan keluarga merupakan filter bagi masuknya segala macam aliran budaya dari luar itu.
oleh sebab itu pembinaan keluarga harus menjadi prioritas pembangunan bangsa, dengan membina mental serta ketaatan dan kepatuhan kepada agama.
sebuah anak yang korban broken home akan mempengaruhi mentalnya bahkan akan mendekatkannya ke arah kriminalitas. ia juga akan tumbuh kurang sehat psikologinya. bagaimana ia bisa menjadi pelopor pembangunan kalau jiwanya sakit dan mentallnya terpuruk.
Jadi bangsa yang besar adalah bangsa yang rukun antar masyarakatnya, dan masyarakat tidak akan rukun tanpa dimulai dari sel terkecil dari masyarakat yaitu keluarga.
wallahu a'lam bis showab
SEL BANGSA ITU BERNAMA KELUARGA
kehidupan berbangsa dan berkeluarga selalu ada interaksi. bangsa itu sel-selnya adalah sebuah keluarga, karenanya kondisi suatu bangsa itu ditentukan sehat tidaknya sel-sel bangsa yang menyusunnya tersebut.
bila suatu keluarga dalam kondisi tidak sehat bahkan kacau, runyam, retak atau broken serta tidak rukun ten tentu akan berdampak langsung atau tidak langsung pada persatuan dan kesatuan sebuah bangsa.
sekarang ini, kita menghadapi masa depan yang penuh tantangan (at tahaddiyaat), yaitu menerpanya aliran budaya asing, apala lagi sekarang diera digital dan merebaknya media sosial seperti facebook, skype, whatsapp, line dsb yang membuat komunikasi lintas negara, lintas daerah dan lintas generasi tidak ada batasnya.
untuk itulah ketahanan keluarga merupakan filter bagi masuknya segala macam aliran budaya dari luar itu.
oleh sebab itu pembinaan keluarga harus menjadi prioritas pembangunan bangsa, dengan membina mental serta ketaatan dan kepatuhan kepada agama.
sebuah anak yang korban broken home akan mempengaruhi mentalnya bahkan akan mendekatkannya ke arah kriminalitas. ia juga akan tumbuh kurang sehat psikologinya. bagaimana ia bisa menjadi pelopor pembangunan kalau jiwanya sakit dan mentallnya terpuruk.
Jadi bangsa yang besar adalah bangsa yang rukun antar masyarakatnya, dan masyarakat tidak akan rukun tanpa dimulai dari sel terkecil dari masyarakat yaitu keluarga.
wallahu a'lam bis showab
Komentar
Posting Komentar